Tampilkan postingan dengan label IPA Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA Biologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

Anatomi Organ Reproduksi Wanita dan Fungsinya



Anatomi Organ Reproduksi Wanita terdiri dari, Rahim, Indung Telur, Tuba Fallopi, Leher Rahim dan Vagina.

     Anatomi organ reprouksi wanita memang cukup rumit karena terdapat dua percabangan indung telur. Pada wanita normal, setiap bulan kedua indung telur ini bergantian menghasilkan sel telur dan apabila tidak dibuahi, maka akan menjadi menstruasi. Di dalam organ reproduksi wanita juga beberapa kelenjar yang mempunyai peran masing-masing.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih lengkap anatomi Organ Reproduksi Wanita dan Fungsinya, silahkan cermati penjelasan dibawah ini:

Rahim (Uterus)

     Rahim (uterus) adalah Organ Reproduksi Wanita yang paling utama dengan salah satu ujungnya adalah tabung falopian (tuba fallopi) dan ujung yang lainnya adalah leher rahim (serviks). Rahim terletak di pelvis dan dorsal ke kandung kemih dan ventral ke rectum. Alat Reproduksi ini ditahan oleh beberapa ligament. Di dalam rahim banyak terdapat otot dan lapisan permanen jaringan otot yang paling dalam disebut endometrium. Ketika wanita tidak dalam kondisi hamil, rahim hanya berukuran beberapa centimeter.
Rahim berfungsi menerima pembuahan ovum yang tertanam ke dalamendometrium dan mendapatkan makanan dari pembuluh darah. Ovum yang dibuahi tersebut akan berkembang menjadi embrio dan selanjutnya menjadi fetus dan terus berkembang hingga kelahiran setelah berusia Sembilan bulan. Pemasangan KB Spiral untuk mencegah kehamilan juga di dalam rahim.

Indung Telur (Ovarium)

     Organ Reproduksi ini berupa kelenjar kelamin yang dimiliki oleh wanita dan berjumlah dua buah. Fungsi Ovarium adalah memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon peptide dan steroid seperti progesteron dan estrogen. Kedua hormon tersebut akan mempersiapkan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi sel sperma.. Hormon progesteron dan estrogen juga berperan memberikan sinyal pada kelenjar hipotalamus dan pituari untuk mengatur siklus menstruasi. Sel telur yang telah berovulasi akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak menuju rahim. Dan apabila ada sperma yang masuk, sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan terjadilah proses kehamilan.

Tuba Fallopi

     Tuba fallopi (tabung falopi) adalah dua buah saluran halus yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Tuba falopi pada manusia adalah memiliki panjang antara 7 hingga 14 cm. Ketika sel telur berkembang di dalam ovarium, ia akan diselimuti oleh folikel ovarium. Dan Apabila sel telur matang, maka folikel dan dinding ovarium akan runtuh dan menyebabkan sel telur pindah memasuki tuba fallopi dan berlanjut ke dalam rahim dengan bantuan cilia.

Leher Rahim (Serviks)
     Leher rahim (serviks) adalah bagian dari Anatomi Organ Reproduksi Wanita yang terletak di bagian bawah rahim. Fungsi Leher Rahim (Serviks) adalah membantu perjalanan sperma dari vagina menuju ke rahim. Leher rahim juga mengeluarkan beberapa jenis lendir dengan tugas yang berbeda-beda dan berada di daerah yang berbeda-beda.

     Vagina

     Vagina adalah organ reproduksi wanita yang paling luar, berbentuk tabung dan menjadi penghubung rahim ke bagian luar tubuh. Alat Reproduksi dapat menghasilkan berbagai macam sekresi, seperti cairan endometrial, keringat, oviductal, skene pada vulva, cervical mucus dan lain-lain. Sekresi pada dinding vagina berfungsi untuk meningkatkan gairah seksual pada wanita.

Ekosistem antara bakteri baik (95%) dan bakteri jahat (5%) di vagina yang tidak seimbang disebabkan oleh diabetes mellitus, kontrasepsi oral, darah haid, antibiotika, douching, cairan sperma, dan gangguan hormon seperti pubertas, kehamilan atau menopause. Gangguan tersebut dapat menyebabkan infeksi dan tentu berbahaya untuk wanita.

Ringkasan materi :

  1. Anatomi Organ Reproduksi Wanita terdiri dari, Rahim, Indung Telur, Tuba Fallopi, Leher Rahim dan Vagina.
  2. Ekosistem yang tidak seimbang pada vagina memicu terjadinya infeksi.


Thanks to Google = Tips Kesehatan Untuk Keluarga.

Kamis, 22 Agustus 2013

Tanda-tanda Menjelang Menstruasi

     Kalian, remaja perempuan yang baru mengawali menstruasinya mungkin hanya mengetahui bahwa menstruasi itu datang saat cairan kemerahan keluar dari alat kemaluan. Menstruasi kadang datang sesuai dengan tanggal yang diperkirakan, kadang lebih cepat, kadang melewati tanggal yang sudah diperkirakan. Kalau sudah begitu, kalau tidak mengenali tanda-tanda menjelang menstruasi, kalian tidak bisa mempersiapkan diri kalian. Dan saat menstruasi datang sedangkan kalian tidak ada persiapan, seperti persiapan pembalut, waahhh, bisa berabe kan?
Ada beberapa tanda menjelang menstruasi yang umum terjadi pada remaja perempuan agar kalian dapat mempersiapkan diri kali

1.     Merasa lemas, tidak fit, dan mudah lelah
2.    Sakit kepala atau pusinng
3.    Nyeri atau bengkak pada bagian payudara
4.    Perubahan selera makan
Beberapa remaja perempuan ada yang kehilangan nafsu makan saat mendekati menstruasi. Namun, ada juga yang nafsu makannya malah meningkat menjelang menstruasi
5.    Emosi tidak stabil.
Menjelang menstruasi, emosi remaja perempuan biasanya tidak stabil. Mereka mudah marah, mudah tersinggung, menangis tanpa alasan, dan sangat sensitif.
6.    Nyeri saat buang air kecil
7.    Sakit pada sendi dan otot
8.    Badan, kaki, dan pinggul terasa pegal
9.    Perut bisa merasa kembung, mulas, mual, dan panas
10.  Sulit tidur

Nah, tanda-tanda menjelang menstruasi tadi terjadi karena ada perubahan hormon dalam tubuh remaja perempuan. Reaksi tubuh tiap remaja perempuan pada perubahan hormon tentu berbeda-beda. Jadi, tanda-tanda yang muncul juga berbeda-beda pada setiap remaja perempuan. Ada yang emosinya tidak stabil, tapi ada juga yang malah sangat bersemangat dan aktif menjelang menstruasi. Tanda-tanda yang mengawali menstruasi tadi, oleh para ahli disebut sebagai PMS (pre menstrual syndrome) atau sindrom sebelum menstruasi.
Selain mengetahui tanda-tanda menjelang menstruasi tadi, kalian tentu tahu bahwa siklus menstruasi biasanya 28 hari. Jadi, kalian sudah bisa memperhitungkan tanggal  menstruasi kalian tiap bulannya sambil mengamati tanda-tanda yang muncul. Bila tanda-tanda di atas muncul jauh sebelum hari menstruasi, kalian perlu waspada. Bisa saja itu bukan tanda menstruasi.


Kamis, 01 Agustus 2013

PERKEMBANGAN BAYI DI DALAM KANDUNGAN DARI BULAN 1-9 (1/3)

Proses pembentukan janin atau bayi pada manusia diawali dengan proses senggama (koitus) antara pria dan wanita. Menurut Wikipedia, pada waktu berhubungan cekcual seorang pria dapat mengeluarkan 300-400 juta sel sperma. Namun dari sekian banyak sel sperma, hanya satu sel sperma yang dapat membuahi sel telur. Sel telur yang telah dibuahi akan menjadi zigot dan menempel pada dinding rahim. Setelah beberapa jam, zigot akan mengalami beberapa fase berikut ini.
·         Fase morulla. Dalam fase ini zigot membelah secara mitosis berturut-turut sehingga menjadi 2-4-8-16 dan akhirnya 32 buah sel.
·         Fase blastulla. Pada fase blastulla ditandainya dengan terjadinya pembentukan rongga tubuh dan jaringannya.
·         Fase gastrulla. Pada fase ini terjadi pembentukan 3 lapisan pada dinding rahim, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

Selanjutnya, zigot membentuk embrio yang diselubungi oleh kantung kuning telur (bagian ini tidak berkembang pada janin manusia), amnion, alantonis, dan korion. Setelah semua membran dan plasenta terbentuk, maka embrio bisa disebut sebagai janin atau fetus. Janin memperoleh makanan dan oksigen dari darah induk (ibunya) dan memberikan zat-zat sisa metabolisme ke dalam darah ibu untuk dibuang.
Tahap dalam Minggu.
(Minggu pertama hingga minggu ke 16)
Pada usia kehamilan seminggu yaitu setelah 8 hari setelah proses pembuahan terjadi, blastocyst (kini memiliki 200 sel) merembeskan lendir untuk memberitahu kehadirannya di dalam rahim.
Memasuki minggu ke-2, blastocyst menggelembung dan sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira 2 kali sehari sampai pada hari yang ke 12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut kokoh pada endometrium.
Kemudian masuk minggu ke-3 setelah proses pembuahan terjadi, ukuran embrio terbentuk dan ukurannya hanyalah sepanjang 0.08 inci / 2 mm. Gen janin mulai ingin membentuk dalam 3 lapisan benih (sel) dari organ yang akan bergabung.
Pada minggu ke-4 berikutnya, janin sudah mulai membentuk struktur dasar manusia dimana sel-sel mulai bergabung dan pada masa itu embrio sudah mulai memanjang sekitar 1 / 4 inci / 6 mm. Pada waktu ini sudah terlihat pembentukan otak dan tulang belakang serta anggota lain seperti jantung yang memompa darah ke paru-paru dan aorta (urat besar yang membawa darah dari jantung).
Embrio akan terus membesar sehingga pada minggu ke-5 ditemukan ada 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas. Ini akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Sedangkan lapisan mesoderm pula yang berada pada lapisan tengah akan membentuk organ penting yang dasar yaitu jantung, ginjal, tulang dan organ reproduktif.
Selain itu, kita harus tahu bahwa dalam pembentukkan janin ini, sistem peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Terakhir adalah lapisan endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk organ dalam seperti usus, hati, pankreas dan kandung kemih. Kalau kita gambarkan ukuran janin 6 mm itu hanyalah sebesar biji semangka saja.
Pada minggu ke-6, jika pemeriksaan secara ultrasound dilakukan, kita akan dapat melihat janin sudah membentuk ke dan badan. Biasanya getaran jantungnya juga sudah dapat terdeteksi.
Setelah usia janin minggu ke-7, bentuk bayi semakin jelas terbentuk. Kepala bayi seolah tertunduk dan berada dalam cairan ~ air ketuban atau amnotic sac yang akan memberikan kebutuhan pertumbuhan bayi saat dalam konten.
Untuk pengetahuan, pada kandungan minggu ke-8, rupa bayi sudah mulai terbentuk antaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada di bawah membran kulit yang tipis. Saat ini juga anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun tidak berapa jelas lagi.
Ukuran bayi pada usia minggu ke-9 hanyalah sebesar sebiji anggur yaitu dalam ukuran seinci. Pembentukan telinga sudah terlihat pada waktu ini. Dan yang paling mengembirakan bagi bakal ibu adalah pada saat inilah bayi kita sudah mulai mengerakkan anggota badannya. (Sudah dapat menggerakkan radius tangan sedangkan radius kakinya masih bergabung).
Pada usianya masuk minggu ke-10, bayi kita sudah kelihatan seperti manusia yang lengkap. Pada minggu ini, payudara ibu akan sedikit membengkak karena ada cairan oestrogen dan progesteron sebagai persiapan untuk menyusui kelak.
10 minggu
Pada usia kehamilan minggu pertama – minggu ke 10, ibu yang hamil sangat membutuhkan zat besi. Dengan zat besi tersebut dapat membantu ibu hamil untuk menghilangkan rasa mual, muntah-muntah serta alergi. Dengan zat besi yang mudah hadam juga dapat membantu pertumbuhan janin. Antara sindromyang dapat dicegah atau dikurangi dengan konsumsi zat besi ini adalah dapat mencegah demam, batuk, pilek, dingin-dingin, sakit kepala, sakit gigi dan lain-lain lagi. Paling penting ia juga turut membantu melancarkan aliran darah dan mencegah dari masalah urat bersimpul di betis dan kaki serta menghilangkan letih dan lesu.
Pada usia kehamilan masuk minggu ke-11, bayi dalam kandungan akan mulai suatu proses pertumbuhan yang pesat dan mulai mengangkat kepala ke atas jauh dari dadanya. Alat kelamin luar juga mulai terbentuk tetapi masih kecil sehingga sulit untuk melihat kelaminnya apakah pria atau perempuan dengan cara pemindaian.
12 minggu
Jadi menjelang minggu ke-12 yaitu usia kehamilan 3 bulan, kebanyakan wanita akan mulai terlihat tanda-tanda fisik pada kehamilannya. Sekarang bayi akan membesar dengan cepat. Ukuran bayi dalam kandungan akan bertambah beberapa milimeter setiap hari. Wajahnya juga semakin jelas. Jari jemari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata. Berat bayi pada masa ini adalah sekitar satu ons (28g) dan panjangnya dalam 8 cm. Risiko keguguran berkurang pada minggu ke-12 karena bayi semakin kuat posisinya. Saat ini bayi dah bisa menguap, menggeliat, memutar badan tetapi karena ukurannya yang masih kecil kita tidak akan dapat merasakan apapun pergerakan.
Minggu ke-13, kepala bayi membesar dengan lebih cepat dari yang lain-lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pertumbuhan kepala. Berat bayi kita kini bisa mencapai sekitar 30g. Kuku kaki dan tangan juga mulai tumbuh. Saat ini puan mungkin akan mengalami perubahan signifikan akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh. Misalnya rembesan minyak menyebabkan wajah kita berbintik-bintik. Kita harus banyak minum air hangat / masak serta membersihkan muka paling tidak 2-3 kali sehari.
Memasuki minggu ke-14 detak jantung bayi akan semakin kuat dan kita sudah bisa mendengarnya dalam tes pemindaian. Lajunya adalah 2 kali lipat kecepatan jantung kita. Saat ini bayi terlihat kurus karena belum ada lapisan lemak. Kulitnya juga sangat nipis sehingga kita dapat melihat saluran darahnya. Pada tahap ini juga biasanya ibu hamil akan mengalami masalah sembelit karena pergerakan usus cenderung diperlahankan saat hamil. Jadi jangan memakai pakaian yang ketat atau sendat agar lebih nyaman.
Minggu berikutnya yaitu minggu ke-15, bayi kita sudah mampu menggenggam tangannya dan menghisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup dan akan terus kekal tersebut sehingga minggu ke-26. Meskipun begitu bayi dapat mengetahui perubahan cahaya ketika ini. Bayi kita juga sudah bisa menelan. Puan akan merasa perubahan signifikan karena garis pinggang kita akan mengembang dan jantung mulai berdegup 20% lebih cepat karena volume darah mengalir dalam badan telah meningkat. Jadi banyakkan senaman ringkas atau puan juga dapat melakukan aktivitas berenang untuk meringankan gejala kehamilan dan menyediakan stamina manjadi lebih kuat ketika proses kelahiran kelak.
16 minggu
Minggu ke-16. Kehamilan kini sudah 4 bulan. Saat ini badan kita perlu senantiasa sehat dan bertenaga. Bayi kita telah terbentuk sepenuhnya dan perlu diberikan nutrisi yang secukupnya oleh plasenta. Bayi kita mulai menerima nutrisi dari plasenta sejak minggu ke-14. Kini bayi dalam kandungan telah memiliki tulang yang kuat dan dia juga sudah dapat mendengar bunyi-bunyian untuk pertama kali.
Tahap Dalam Bulan
Pada bulan pertama perkembangan embrio manusia ditandai dengan alat-alat tubuh yang cukup penting telah mulai terbentuk dan sudah mulai berfungsi walaupun belum sempurna. Kaki dan tangan belum terbentuk pada bulan pertama usia kehamilan. Demikian pula otak janin masih berupa gumpalan darah. Panjang embrio pada usia kandungan satu bulan sekitar 2.5 sampai 6 mm.
Berikutnya, pada bulan kedua usia kehamilan embrio telah terbentuk kaki dan tangan, alat-alat kelamin bagian dalam, rangka yang masih berupa tulang rawan, alat-alat bagian muka dan beberapa alat penting yang lain. Panjang embrio pada usia kandungan dua bulan adalah antara 25 sampai 40 mm.

Pada bulan ketiga usia kehamilanan, hampir seluruh alat tubuh secara lengkap telah terbentuk, termasuk alat kelamin luar. Panjang janin pada fase ini sekitar 70 sampai 100 mm dan dapat dibedakan antara janin laki-laki atau perempuan. Lalu pada bulan keempat kehamilan seorang wanita, kondisi janin mulai terbentuk kulit, rambut, kelenjar keringat dan kelopak mata. Gerakan janin sudah terasa oleh ibunya. Panjang janin saat itu sekitar 145 mm.
Sejak minggu ke-12 usia kehamilan seorang wanita, janin hanya mengalami pertumbuhan ke arah membesar dan memanjang hingga menjelang kelahirannya. Secara normal, lama masa kandungan manusia adalah 9 bulan lebih 10 hari. Pada waktu bayi lahir, ia segera bernafas dengan paru-paru sehingga aliran darah dari plasenta terhenti. Pernafasan tersebut biasanya diawali dengan tangisan.


Jumat, 10 Mei 2013

PEMBAGIAN JENIS HEWAN VERTEBRATA DAN AVERTEBRATA


PEMBAGIAN JENIS HEWAN VERTEBRATA DAN AVERTEBRATA

Mengenal Hewan Tak Bertulang Belakang (Avertebrata)


     Dunia hewan, berdasarkan ada tidaknya tulang belakang dikelompokkan menjadi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan hewan tak bertulang belakang (Avertebrata). Kelompok hewan avertebrata mempunyai ciri-ciri tidak bertulang belakang, susunan syaraf terletak di bagian ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan otak tidak dilindungi oleh tengkorak.
Berikut adalah kelompok hewan yang termasuk  avertebrata :
1.     Porifera
(Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.
Ciri-ciri morfologinya antara lain:
  • tubuhnya berpori (ostium)
  • multiseluler
  • tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
  • berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
  • warnanya bervariasi
  • tidak berpindah tempat (sesil)
Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Habitat porifera umumnya di laut.
Contoh : Sycon, Clathrina, Euspongia, Spongia
 2.     Coelenterata (Hewan Berongga)
Coelenterata (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh.Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).Coeleanterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya.
Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.
Contoh:  hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur.

3.     Platyhelminthes (cacing pipih)
Platyhelminthes adalah binatang sejenis cacing pipih dengan simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan pusat syarah yang berpasangan. Cacing pipih kebanyakan sebagai biang timbulnya penyakit karena hidup sebagai parasit pada binatang / hewan atau manusia.
Contoh dari cacing pipih  antara lain :
  • cacing getar : planaria
  • cacing pita : Taenia saginata (cacing pita sapi), Taenia solium (cacing pita babi), Echinococcus granulosum (cacing pita anjing)
  • cacing isap : cacing hati (Fasciola hepatica)
 
4.     Nemathelminthes (Cacing gilig)
Nemathelminthes atau cacing gilik / gilig adalah hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tiak ada sistem peredaran darah.
Contoh : cacing perut (Ascaris lumbricoides), cacing kremi (Oxyuris vermicularis), cacing tambang (Ancylostoma duodenale) , cacing filaria (Wuchereria bancrofti).
 
5.     Annelida (Cacing Gelang)
Annelida adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit.
Contoh :  cacing tanah (Lumbricus terrestris), cacing wawo, cacing palolo, lintah (Hirudo medicinalis) dan pacet (Haemodipsa)
 
6.     Mollusca (Hewan bertubuh lunak)
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya. Hidup di air laut, air tawar dan di darat.
Contoh : kerang, , gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton.
 
7.     Echinodermata (Hewan berkulit duri)
Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Tubuh ditutupi duri yang tersusun atas zat kapur, memiliki daya regenerasi yang tinggi, hidup di laut, berkembang biak secara kawin yang pembuahannya diluar tubuh.
Contoh :
Bintang laut (Asteroidea), Landak laut (Echinoidea), Bintang ular (Ophiuroidea), lili laut (Crinoidea), teripang (Holothuroidea).
 
8.     Arthropoda (Hewan Berbuku-buku)
Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka.
Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas, yaitu :
a. Insecta (Serangga)
Insecta adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”)
Contoh : kecoa, kupu-kupu, nyamuk, lalat
b. Crustaceae (Udang-udangan)
Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.
Tubuh Crustacea terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan belakang (abdomen). Bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan rahang bawah. Sementara pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.
Contoh : kepiting, ketam, udang
c. Arachnoidea (Laba-laba)
Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh,empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga.
Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera –yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat– dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.
Contoh : kalajengking, laba-laba, kutu buku.
d. Myriapoda (Lipan)
Kelabang adalah hewan yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal (beraktivitas di malam hari).
Contoh : lipan (kelabang), luwing (kaki seribu)

Mengenal Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)

Setelah kemarin kita belajar mengenal  hewan yang tak bertulang belakang ( Avertebrata) dengan berbagai jenis mahluk hidup yang termasuk di dalamnya, sekarang saya akan mengenalkan pada kalian hewan yang bertulang belakang (vertebrata).
Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).
Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata. Chordata meliputi hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Memiliki notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh membentuk sumbu kerangka.
  • Memiliki tali saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung  anterior  yang membesar berupa otak.
  • Memiliki ekor yang memanjang ke arah posterior terhadap anus.
  • Memiliki celah faring.
Tubuh vertebrata mempunyai tipe simetri bilateral dan bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak (kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa kulit yang tersusun atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit vertebrata ada yang tertutup dengan bulu ada juga yang tertutup dengan rambut.
Organ dalam, seperti organ pencernaan, jantung, dan pernapasan terdapat didalam suatu rongga tubuh atau selom. Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap, yang menyusun sistem organ tubuhnya meliputi sistem pencernaan yang memanjang dari mulut hingga anus, sistem peredaran darah tertutup (darah mengalir di dalam pembuluh darah), alat ekskresi berupa ginjal, alat pernapasan berupa paru-paru atau insang, sepasang alat reproduksi (kanan dan kiri) serta sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon.
Vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amphibia, reptile, aves dan mammalia.
1. Pisces
Pisces memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Termasuk hewan berdarah dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar).
Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1)      Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
2)      Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.
2. Amphibia
Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup pada dua habitat, yaitu darat dan air, namun tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat. Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis. Hewan ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan poikiloterm, berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan terjadi di luar tubuh (eksternal).
Contoh : katak sawah, salamander, kodok
3.  Reptilia
Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah :  anggota tubuh berjari lima,  bernapas dengan paru-paru,  jantung beruang tiga tau empat,  menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan poikiloterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur bercangkang.
Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang), Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).
 4. Aves
Aves  memiliki suhu badan homoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan). Memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang membentuk sayap digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan. Berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh.  Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar. Bernafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan saat terbang.
Contoh : ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.
5. Mammalia
Ciri khas dari mammalia adalah memiliki kelenjar susu. Susu dihasilkan oleh kelenjar (mammae) yang terdapat  di daerah perut atau dada. Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya.
Tubuh mammalia tertutup oleh rambut yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan sebagai penciri kelamin.
Mammalia berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Hewan ini memiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas dengan paru-paru. Mammalia memiliki otak yang lebih berkembang dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain.

Ciri – Ciri Hewan Vertebrata


      Ciri – Ciri Hewan Vertebrata

      Hewan Vertebrata- Apakah hewan-hewan tersebut memiliki perbedaan? Buaya berjalan dengan melata, burung berjalan dengan kakinya dan terbang menggunakan sayapnya, adapun kuda berjalan dengan kakinya. Semua jenis hewan tersebut merupakan anggota kelompok hewan Vertebrata (bertulang belakang). Jika kita amati, hewan yang merupakan kelompok vertebrata memiliki ciri-ciri anggota tubuhnya terbagi atas kepala, leher, badan, dan ekor. Cobalah berikan contoh hewan lain yang termasuk golongan Vertebrata! Perhatikan hewan pada Gambar 8.46 berikut!

Gambar 8.46 Beberapa contoh hewan VertebrataGambar 8.46 Beberapa contoh hewan Vertebrata

     Istilah Vertebrata berasal dari bahasa Latin, yaitu vertebrae yang artinya bertulang belakang. Vertebrata merupakan suatu anak filum dari hewan yang memiliki sumbusaraf atau otak dan tubuhnya dilengkapi oleh rangka dalam (endoskeleton) berupatulang belakang. Anggota vertebrata mencakup Pisces (ikan), Amphibia (katak),Reptilia (hewan melata), Aves (burung), dan Mamalia (hewan menyusui).

Ciri Struktur Pisces/Ikan
      Berasal dari manakah ikan yang Anda makan sehari-hari? Semua jenis ikan berasal dari daerah perairan, baik air tawar dan air asin. Tubuh ikan berbentuk ramping dilengkapi sirip untuk bergerak di air, tubuh bagian luarnya ditutupi sisik dan berlendir, bernapas dengan menggunakan insang untuk mengambil oksigen yang terlarut dalam air, berkembang biak dengan bertelur dan pembuahan terjadi di luar tubuh. Karena jantung ikan hanya memiliki satu ventrikel sehingga berdarah dingin dan suhu tubuhnya dapat berubah-ubah tergantung pada suhu luarnya. Dari semua jenis ikan yang ada sekarang, ikan dapat digolongkan menjadi tiga kelas yaitu kelas, Agnatha, kelas Condrichthyes, dan kelas Osteichthyes.

1) Kelas Agnatha

     Agnatha berasal dari bahasa Yunani, yaitu a yang berarti tidak dan gnathos yang berarti rahang. Semua jenis ikan yang termasuk dalam kelas agnatha memiliki ciri-ciri tidak berahang, siripnya tidak berpasangan, rangka tubuhnya tersusun atas tulangrawan serta jantungya hanya memiliki satu ventrikel. Contoh ikan lamprey (Petromyzon sp.).

Gambar 8.47 Lamprey (Petromyzon sp.)Gambar 8.47 Lamprey (Petromyzon sp.)

2) Kelas Condrichthyes

     Condrichthyes berasal dari bahasa Yunani, yaitu condros yang berarti tulang rawan dan ichthyes yang berarti ikan. Semua jenis ikan yang termasuk dalam kelas Condrichthyes memiliki tulang rawan, mulut dan lubang hidungnya ventral. Celah-celah pharyngeal yang terlihat dari luar berjumlah 5 atau lebih dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel. Contoh ikan hiu dan ikan pari.

Gambar 8.48 Ikan hiuGambar 8.48 Ikan hiu

3) Kelas Osteichthyes

     Osteichthyes berasal dari bahasa Yunani, yaitu osteon yang berati tulang danichthyes yang berarti ikan. Semua jenis ikan yang termasuk dalam kelas Osteichthyes memiliki sebagian tulang keras, mulut dan lubang hidungnya ventral, celah-celah pharyngeal tertutup (tidak terlihat dari luar) dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel. Contohnya, ikan lele, bandeng, dan gurami.

Ciri Struktur Amphibia (Amfibi)

      Amphibia (amfibi) adalah hewan yang tempat hidupnya bisa di darat dan di air. Contoh hewan amfibi,  yaitu katak. Katak memiliki kulit tak bersisik yang selalu basah dan berlendir, alat pernapasannya berupa paru-paru, rongga mulut, dan kulit. Jantungnya hanya mempunyai satu ventrikel dan alat geraknya berupa kaki. Jenis hewan ini berkembang biak dengan bertelur dan pembuahannya terjadi di luar tubuh. Tahukah Anda bahwa jika katak bertelur selalu di tempat yang berair?
      Karena telur katak tidak memiliki kulit keras, sehingga jika bertelur selalu diletakkan di dalam air atau pada tempat yang becek. Setelah telur menetas dan keluar menjadi katak muda masih dalam bentuk berudu hidupnya dalam air dengan sistem pernapasannya menggunakan insang. Setelah dewasa tempat hidupnya di darat dan alat pernapasannya menggunakan paru-paru, rongga mulut, dan kulitnya yang basah. Jika kulitnya kering, apa yang terjadi? Apabila kulitnya mengalami kekeringan, maka katak akan segera mati, tetapi setelah berada di dalam air kemudian kulitnya menjadi basah katak akan menjadi segar dan sehat kembali. Beberapa species Amfibi yang kita kenal seperti katak sawah (Rana limnocharis), bangkong (Bufo melanostictus), dan katak pohon atau bancet (Racophorus reinwardti).

Gambar 8.49 KatakGambar 8.49 Katak

Ciri Struktur Reptilia/Hewan Melata

     Nama Reptilia berasal dari bahasa Latin, repere yang berarti melata, tempat hidupnya di darat dan di air. Tubuhnya terbungkus kulit yang kering bertanduk (tidak licin), ditutupi oleh sisik, cara berjalannya secara merayap atau melata. Hewan ini tergolong berdarah dingin karena suhu tubuhnya tergantung pada suhu lingkungannya. Jantung Reptilia memiliki 4 ruang yang tidak sempurna karena masih ada lubang pada sekat pemisah antara bilik kiri dan bilik kanan. Hewan ini berkembang biak dengan bertelur. Kelas Reptilia meliputi, kadal, ular (Gambar 8.50), buaya dan penyu. Di mana letak perbedaan keempat hewan tersebut. Pelajarilah pada bagan pengelompokan Reptilia!

Gambar 8.50 UlarGambar 8.50 Ular

bagan pengelompokkan reptiliabagan pengelompokan reptilia

Ciri Struktur Aves/Burung

      Burung merupakan hewan yang tubuhnya diselaputi oleh bulu-bulu. Anggota depannya berubah menjadi sepasang sayap, selain digunakan untuk terbang juga untuk mengatur suhu tubuhnya. Hewan ini berdiri dan berjalan dengan kedua kakinya yang berjari empat, alat pernapasannya berupa paru-paru dan jantungnya memiliki empat ruang dengan sempurna, yaitu dua serambi dan dua bilik. Pada beberapa jenis burung yang memiliki jarak terbang jauh dilengkapi dengan alat bantu pernapasan berupa pundi-pundi (kantung) berhubungan dengan paru-paru yang berfungsi sebagai penyedia udara untuk paru-paru sewaktu terbang.

Gambar 8.51 BurungGambar 8.51 Burung

      Burung berkembang biak dengan bertelur dan pembuahan terjadi di dalam tubuh. Contoh aves antara lain burung elang, burung merpati, burung merak, burung hantu, burung gagak, ayam kampung, ayam bekisar, termasuk pinguin. Anda tahu, bahwa kelelawar juga mempunyai sayap untuk terbang, apakah kelelawar juga termasuk burung? Coba Anda pikirkan!

Mamalia/Hewan Menyusui

     Mamalia berasal dari bahasa Latin, mammae yang berarti buah dada, payudara, tempat hidupnya ada yang di air dan di darat. Pada umumnya tubuh ditutupi oleh rambut dan kulit yang banyak mengandung kelenjar, seperti kelenjar keringat, kelenjar lemak, dan kelenjar susu. Semua hewan yang termasuk Mamalia mempunyai dua ciri yang sama, yaitu ciri pertama, tubuhnya ditutupi rambut, walaupun kadang-kadang tidak begitu nyata, contohnya pada beberapa ikan paus, segera setelah dilahirkan rambut-rambut itu hilang sama sekali. Ciri kedua, memiliki kelenjar susu untuk menyusui anak yang baru dilahirkan atau masih kecil. Pada saat masih dalam bentuk embiro tersimpan di dalam kantung amnion yang mengandung air ketuban, fungsinya untuk menjaga dari segala goncangan dari luar dan memperlancar pada saat proses melahirkan anaknya.

Gambar 8.52 Contoh hewan MenyusuiGambar 8.52 Contoh hewan Menyusui

      Kelompok hewan ini bernapas menggunakan paru-paru dan suhu tubuhnya tidak tergantung pada lingkungannya sehingga tergolong berdarah panas. Pada umumnya Mamalia berkembang biak dengan beranak dan pembuahan terjadi di dalam tubuh, contohnya tikus, kucing, anjing, harimau, badak, dan gajah, tetapi ada yang bertelur seperti Platypus (hewan berparuh bebek), contoh hewan yang termasuk kelompok Mamalia air, antara lain ikan pesut dan lumba-lumba.