Tampilkan postingan dengan label IPA Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA Fisika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Pemuaian Zat Padat,Cair,dan Gas


Pemuaian Zat Padat, Cair, dan Gas
Pemuaian Zat Padat, Cair, dan Gas
     Pemuaian Zat Padat, Cair, dan Gas- Pemuaian zat adalah peristiwa perubahan geometri dari suatu benda karena pengaruh panas (kalor). Perubahan geometri ini bisa meliputi bertambahnya panjang, lebar, maupun volume. Pemuaian biasanya diiringi dengan kenaikan suhu zat. Sobat mungkin pernah melihat rel kereta yang bengkok, itu adalah contoh peristiwa pemuaian (yang merugikan). Selain contoh pemuaian yang merugikan, masih banyak contoh pemuaian yang menguntungkan. Misalnya saja pemuaian cairan merkuri pada termometer. Selain termometer, masih ada contoh sederhana yang bisa kita lihat dari pemuaian bimetal. Pemuaian bimetal ini banyak digunakan di alat-alat listrik seperti setrika dan sekring yang prinsipnya sebagai safety tool dari kebakaran maupun korsleting.



Jenis-jenis pemuaian zat
1. Pemuaian Zat Padat
Pemuaian zat padat merupakan peristiwa bertambah panjang, lebar, atau volume suatu benda padat karena pengaruh panas (kalor). Contoh pemuaian zat padat seperti pemuaian rel kereta yang telah disebutkan tadi.
Jenis-jenis Pemuaian Zat Padat
Benda padat pada prinsipnya mengalami pemuaian di semua bagian benda tersebut (volume) tapi guna memudahkan mempelajarinya, pemuaian zat padat dibagi menjadi 3
a. Pemuaian Panjang
Pemuaian panjang adalah pertambahan panjang benda akibat pengaruh suhu (1 dimensi). Coba amati kabel listrik yang terlihat lebih kendor di siang hari jika dibanding pada pagi hari, itulah contoh dari muai pemuaian panjang. Besarnya pemuaian zar tergantung pada konstanta muai panjang zat dan nilai konstanta tersebut akan berbeda-beda untuk tiap zatnya. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian panjang berbagai jenis zat padat adalah musschenbroek. Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh panjang mula-mula benda, besar kenaikan suhu, dan tergantung dari jenis benda.
pemuaian zatRumus pemuaian panjang
Δx= Lo. α. ΔT
ΔX =besarnya pemuaian panjang
Lo = panjang mula-mula
α = konstanta pemuaian
ΔT = selisih suhu
L = Lo + Δx
L = Lo (1 + α.ΔT)
L = panjang setelah dipanaskan
Lo = panjang mula-mula
tabel koefisien muai panjang beberapa zat padat
No
Jenis zat
Alpha( /0C)
1
2
3
4
5
6
7
8
Aluminium
Perunggu
Baja
Tembaga
Kaca
Pirek
Berlian
Grafit
0,000024
0,000019
0,000011
0,000017
0,000009
0,000003
0,000001
0,000008
contoh soal pemuaian panjang
Sebuah logam pada mulanya memiliki panjang 20 cm. Kemudian menerima kalor dan suhunya naik sebesar 40 derajat. Jika koefisien muai panjang logam tersebut adalah 0,001/oC Maka berapa panjang logam tersebut setelah suhunya naik?
Pembahasan
L = Lo (1 + α.ΔT)
L = 0,2. (1+0,001.40)
L = 0,2. (1+0,04)
L = 0,2.1,04 = 0,208 m
berikut ini ada penjelasan singkat pemuaian panjang dalamm bentuk video yang saya dapatkann dari youtube berjudul pemuaian panjang dilihat dari segi mikroskopik
b. Pemuaian Luas
Contoh pemuaian luas yang bisa sobat amati adalah pada pemanasan lempeng tipis logam. Lempeng tipis logam akan mengalami penambahan luas setelah dipanaskan. Kemampuan suatu benda untuk mengalami pemuaian luas sangat ditentukan oleh koefisien muai luas dilambangkan dengan β, Dengan nilai β = 2α. Rumus Pemuaian Luas
ΔA = Ao.β.ΔT
A = Ao + ΔA
A = A0 (1+β.ΔT)
Ao = Luas Sebelum dipanaskan
A = luas setelah pemanasan
ΔA = penambahan luas
β = koefisien muai luas
ΔT = selisih suhu (kenaikan suhu)
contoh soal pemuaian luas
sebuah lempeng logam mula-mula mempunyai luas 100 cm2 lalu menerima kalor sehingga suhunya naik 50oC, jika koefisien muai panjang lempeng logam tersebut adalah 0,001/oC maka berapa pertambahan luas lempeng logam tersebut?
ΔA = Ao.β.ΔT
ΔA = Ao.2α.ΔT
ΔA  = 1.2.0,001.50 = 0,1 m2
c. Pemuaian Volume
Pemuaian volume sama juga dengan pertambahan atau pemuaian panjang secara 3 dimensi. Karena itu muai volume sama juga dengan tiga kali muai panjang. Pemuaian volume suatu zat tergantung pada koefisien muai volumenya γ (gamma) dimana γ = 3α
ΔV = Vo.γ.ΔT
V= Vo + ΔV
V=  Vo(1+γ.ΔT)
ΔV = penambahan volume
Vo = volume awal
ΔT = kenaikan suhu
γ = koefisien muai volume
Contoh Soal Pemuaian Volume
Sebuah kubus dengan rusuk 10 cm dan  koefisien muai panjang 0,001/oC. Kubus tersebut diberi kaalor  sehingga suhu awalnya yang 30oC mejadi 80oC, berapakah pertambahan volume dan volume akhir kubus tersebut?
Pembahasan
ΔV = Vo.γ.ΔT
ΔV = 1000.3.o,oo1.(80-50)
ΔV = 150 cm2
V= Vo + ΔV
V=  1000 + 50 = 1050 cm2
2. Pemuaian Zat Cair
Pada zat cair pemuaian yang terjadi hanya pemuaian volume, tidak ada pemuaian panjang dan luas. Ini terkait dengan sifat dar zat cair sendiri yang bentuknya berubah-ubah sesuai dengan bentuk wadah yang ditempatinya. Coba sobat isi penuh sebuah panci dengan air kemudia panaskan, beberapa saat kemudian akan ada air yang tumpah dari panci tersebut, itulah salah satu contoh pemuaian zat cair. Masih banyak lagi contoh-contoh pemuaian zat cair yang bisa sobat temukan.
rumus pemuaian zat cair
secara matematis rumus pemuaian zat cair sama dengan rumus pemuaian volume padapemuaian zat padat. Besarnya pemuaian zat cair ditentukan dari koefisien muai volume nya b .
ΔV = Vo.b.ΔT
dengan b adalah koefisien muai volume zat cair.  Nilai b ini berbeda dengan γ atau koefisien muai volume zat padat. ΔV penambahan volume yang terjadi.  ΔT selisih suhu.
contoh soal pemuaian zat cair
Sebuah panci berisi air penuh dengan volume 4 liter. Air dalam panci tersebut kemudian di panaskan sehingga mengalami kenaikan suhu sebanyak 80  oC. Berapakah volume air yang akan tumpah dari panci tersebut? (koefisien muai air = 0,004/oC
Pembahasan
Volume air yang tumpah sama dengan penambahan volume air akibat pemanasan, jadi
ΔV = Vo.b.ΔT
ΔV  = 4 liter.0,004.80ΔV  = 1,28 liter
Pemuaian Zat Gas/ Pemuaian Gas
Gas juga megalamai pemuaian layaknya pada pemuaian zat cair dan zat padat. Khusus untuk pemuaian zat ini agak berbeda dengan pemuaian zat padat dan pemuaian zat cair. Ada satu variabel yang sangat menentukan pemuaia zat gas yaitu tekanan. Sobat muengkin pernah melihat balon yang kepanasan tiba-tiba meletus, itu salah satu contoh sederhana pemuaian gas.
Hukum yang menjelaskan tentang pemuaian zat gas
a. Hukum Gay Lussac
PV = nRT
P  =  tekanan (atm)
V  =  volume (L)
n  =   mol zat
R  =  0,0082
T  =  suhu (0K),  x0C  =  (x + 273)0K
hukum Gay Lussac menyatakan bahwa pada tekanan tetap volume gas sebanding dengan suhu gas mutlak tersebut sehingga
V/T = nR/T = tetap
karena perbandingan volme dan suhu tetap, maka perbandingan volume dan susu sebelum dan sesudah pemuaian juga akan tetap. Sehingga persamaannya menjadi
Vo      V1
—- = —-    –> pemuaian gas pada tekanan tetap (Isobar)
T1       T2
dengan T = suhu dalam satuan kelvin
b. Hukum Boyle
hukum boyle menyatakan bahwa pada batas-bats tertentu suhu rendah yangp, berlaku bbahwa hasil perkaian antara tekanan dan volume selalu tetap. Secara matematis rumusnya
PV = nRT = tetap
karena perkalian tekanan dan volume selalu tetap, maka perkalian volume dan volume sebelum dan sesudah pemuaian juga tetap. jadi persamaan rumusnya
P1.V1 =P2.V2 –> pemuaian gas pada suhu tetap (isotermal)
c. Hukum Boyle-Gay Lussac
Sesuai namanya hukum ini merupakan perpaduan antara hukum boyle dengan hukum lussac. Hukum ini menyatakan bahwa dalam pemuaian zat gas perkalian volume dengan tekanan dibagi suhu selalu tetap.
P1.V.1              P2.V2
——–     =   ———- = tetap
   T1                      T2
Contoh Soal Pemuaian Gas
Pada tekanan tetap, sebuah gas memiliki volume 200 cm3 pada suhu 27, pada sushu 127 berapakah volume gas tersebut.
Pembahasan
Kita bisa menggunakan rumus hukum boyle
Vo      V1
—- = —-
T1       T2
200/(27+273) = V1/(127+273)
200/300 = V1/400
V1 = 2/3 x 400 = 266, 67 cm3
Contoh Pemuaian
Jenis
Pemuaian Zat
Contoh
Pemuaian Zat
Pemuaian
Zat padat
  1. Rel Kereta Api yang bengkok karena panas
  2. Kabel listrik/telepon yang lebih kendur ketika siang hari
  3. Bimetal pada alat-alat listrik seperti pada setrika yang akan mati sendiri ketika sudah terlalu panas.
  4. Pemuaian pada kaca rumah.
  5. Mengeling Pelat Logam Umumnya dilakukan
    pada pembuatan container dan badan kapal besar.
  6. Pemasangan Ban Baja pada Roda Lokomotif
    Dilakukan dengan cara memanaskan ban baja hingga memuai kemudian dipasangkan pada poros  roda,setelah dingin akan menyusut dan mengikat
    kuat.
Pemuaian
Zat Cair
  1. Termometer Memanfaatkan pemuaian zat cair
    (raksa atau alkohol) pada tabung thermometer.
  2. Air dalam panci akan meluap ketika
    dipanaskan. (selain dipengaruhi oleh konveksi kalor peristiwa ini juga dipengaruhi oleh pemuaian air)
Pemuaian
(zat) Gas
  1. Balon yang meletus terkena panas.
  2. Roda kendaraan yang meletus terkena panas
Sebenarnya masih banyak lagi contoh pemuaian zat  di kehidupan kita. Sobat bisa coba mengamatinya sendiri.
Manfaat dan Kerugian Pemuaian Zat
Benar kata pepatah semua itu ada baik dan buruknya termasuk juga pemuaian. Beberapa pemuaian zat yang tidak terkendali bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti rel kereta yang bengkok atau ban kendaraan yang pecah tiba-tiba karena terlalu panas. Ini bisa menyebabkan kecelakann yang fatal. Yang paling penting adalah kita mengatisipasinya sebaik mungkin seperti membuat jarak antar rel atau membuat ban dari bahan yang tidak mudah memuai. Selain merugikan masih banyak juga manfaat dari pemuaian zat sepeti pemuaian bimetal yang digunakan untuk pengamanan alat-alat listrik dari kebakaran atau korsletting dan juga pemakaian listrik berlebih. Okey sekian dulu pemuaian zatnya, semoga bermanfaat.

Post title Pemuaian Zat Padat, Cair, dan Gas

contoh soal segitiga sembarang, Contoh soal luas permukaan limas, menentukan panjang benda, contoh soal volume kubus, contoh soal persegi panjang dan jawabannya, contoh soal balok dan pembahasannya, rumus luas permukaan prisma belah ketupat, contoh soal volume prisma, rumus luas permukaan prisma trapesium, contoh soal belah ketupat, contoh soal trapesium beserta jawabannya, contoh soal luas segitiga, contoh soal luas permukaan limas segi empat, contoh soal luas permukaan prisma, contoh soal isobarik, rumus luas segi lima, soal dan jawaban dan penjelasanya limas segi empat, contoh soal volume balok, contoh soal kubus beserta jawabannya, contoh soal matematika tentang segitiga sembarang

Artikel Pemuaian Zat Padat, Cair, dan Gas

Sabtu, 18 Mei 2013

Tips Mengkonversi Satuan Massa,Panjang,Luas, dan Volume


Tips Mengkonversi Satuan 
Massa,Panjang,Luas, dan Volume


Pada postingan sebelumnya sudah membahas cara mengkonversi satuan massa, cara mengkonversi satuan panjang, cara mengkonversi satuan luas, dan cara mengkonversi satuan volume. Cara tersebut agak ribet karena harus mengafal empat cara sekaligus agar menguasai ke empat konversi tersebut.

Sumber gambar: Wikipedia

Nah pada kesempatan ini Jasmine Online akan berbagi tips agar bisa mengkonversi ke empat satuan tersebut tanpa harus ribet-ribet menghafal empat cara. Berikut langkah-langkah cara mengkonversi satuan-satuan tersebut.

Mengingat tangga konversi dengan jembatan keledai
Anda harus mengingat tangga konversi, cukup mengingat satu tangga konversi. Jangan ke empat tangga tersebut diingat. Berikut gambar tangga konversi.

Pada gambar di atas, konversi massa hampir sama dengan konversi panjang, akan tetapi kalau pada massa menggunakan satuan gram sedangkan pada panjang menggunakan satuan meter. Bagaimana cara mengingat tangga konversi tersebut?
Mafia online akan berikan tips agar bisa mengingat tangga konversi tersebut. Tips ini mafia online adopsi dari salah satu peserta didik mafia online yang bernama Bim-bim. Cara bimbim mengingat tangga konversi satuan adalah dengan menggunakan jembatan keledai. Apa itu jembatan keledai?

Menurut wikipedia, jembatan keledai adalah cara untuk mengingat atau menghafalkan sesuatu yang digunakan dalam bidang pendidikan. Jembatan keledai sering berupa kata atau suku kata yang ditambahkan pada susunan kata yang ingin dihafal agar terbentuk kalimat dengan arti yang menarik atau masuk di akal.

Untuk mengingat tangga konversi massa, panjang, luas dan volume, berikut mafia online berikan salah satu contohnya yang digunakan oleh Bim-Bim:
Km = Kalau
Hm = Hantu
Dam = DAtang
= Merayap
Dm = Dengan
Cm = Cara
Mm = Miring
Jadi kalau digabung akan menjadi Kalau Hantu DAtang Merayap Dengan Cara Miring”. Itu merupkan salah satu cara mengingat konversi satuan panjang, luas, volume dan massa. Agar lebih mudah mengingatnya coba gunakan kata-kata yang menarik dan lucu, silahkan keluarkan ide kreatifmu untuk membuat jembatan keledai yang mudah diingat tentunya yang menarik dan lucu.

Menghitung konversi massa, panjang, luas dan volume
Setelah anda sudah membuat jembatan keledai dan sudah mengingatnya, sekarnag saatnya penerapannya dalam soal hitungan (soal matematis). Perhatikan contoh soal konversi berikut ini.
1.      10 g = . . . . mg
2.    7 km = . . . cm
3.    5 dam= . . . dm2
4.    3 hm3 = . . . dm3
5.     100 g = . . . kg
6.    100 mm = . . . m
7.     1000 cm2 = . . . dam2
8.    10.000 mm3 = . . . dm3

Penyelesaian:
1.      Dari g ke mg turun 3 kali pada tangga konversi (tiap turun 1 tangga dikalikan dengan 10), oleha karena itu 10 g = 10 x 1000 mg = 10.000 mg
2.    Dari km ke cm turun 5 kali pada tangga konversi (tiap turun 1 tangga dikalikan dengan 10), oleha karena itu 7 km = 7 x 100.000 cm = 700.000 cm
3.    Dari dam2 ke dm2 turun 2 kali pada tangga konversi (tiap turun 1 tangga dikalikan dengan 10), karena satuan untuk luas adalah pangkat 2 atau persegi maka tiap turun 1 tangga dipangkatkan 2, oleh karena itu 5 dam2 = 5 x (100)2 dm2 = 5 x 10.000 dm2 = 50.000 dm2.
4.    Dari hm3 ke dm3 turun 3 kali pada tangga konversi (tiap turun 1 tangga dikalikan dengan 10), karena satuan untuk volume adalah pangkat 3 atau kubik maka tiap turun 1 tangga dipangkatkan 3, oleh karena itu 3 hm3 = 3 x (1000)3 dm = 3 x 1.000.000 dm3= 3.000.000 dm3
5.     Dari g ke kg naik 3 kali pada tangga konversi (tiap naik 1 tangga bagi dengan 10), oleha karena itu 10o g = (100/1000 kg) = 0,1 kg.
6.    Dari mm ke m naik 3 kali pada tangga konversi (tiap naik 1 tangga dibagi dengan 10), oleha karena itu 100 mm = (100/1.000) m = 0,1 m
7.     Dari cm2 ke dam2 naik 3 kali pada tangga konversi (tiap naik 1 tangga dibagi dengan 10), karena satuan untuk luas adalah pangkat 2 atau persegi maka tiap naik 1 tangga dipangkatkan 2, oleh karena itu1000 cm2 = (1000/10002) dam2 = (1000/1.000.000) dam2 = 0,001 dam2.
8.    Dari mm3 ke dm3 naik 2 kali pada tangga konversi (tiap naik 1 tangga dibagi dengan 10), karena satuan untuk volume adalah pangkat 3 atau kubik maka tiap naik 1 tangga dipangkatkan 3, oleh karena itu 10.000 mm3 = 10.000/ (100)3 dm3 = 10.000/1.000.000 dm3 = 0,01 dm3

Demikian tips cara mengkonversi satuan massa, panjang, luas dan volume. Dari pemaparan tersebut dapat kami simpulkan sebagai berikut.
1.      Untuk mengingat tangga konversi gunakan jembatan keledai
2.    Tiap turun 1 tangga dikalikan dengan 10
3.    Tiap naik 1 tangga dibagi 10
4.    Untuk konversi massa hampir sama dengan konversi panjang, akan tetapi untuk massa gunakan gram sedangkan untuk  panjang gunakan meter.
5.     Untuk satuan luas (persegi/pangkat 2) tiap naik atau turun tangga dipangatkan 2.
6.    Untuk satuan volume (kubik/pangkat 3) tiap naik atau turun tangga dipangatkan 3.
Semoga artikel ini membantu anda yang kebingungan dalam meyelesaikan soal-soal konversi massa, panjang, luas dan volume. 



Sabtu, 11 Mei 2013

Cara Mengkonversi Satuan Astronomi atau Astronomy Unit ( AU ) ( Kelas 7 Semester 2 ) BAB 1 BESARAN


Cara Mengkonversi Satuan Astronomi atau Astronomy Unit ( AU )

( Kelas 7 Semester 2 )
BAB 1 BESARAN

Jika kalian membaca jurnal-jurnal ilmiah, khususnya tentang astrofisika (ilmu fisika yang mempelajari astronomi) akan kalian jumpai satuan fisika yang dikenal dengan satuan tahun cahayaatau dalam bahasa Inggris ditulis Astronomy Unit(AU). Mungkin kalian penasaran satuan apakah tahun cahaya itu (AU)?
Matahari merupakan sebuah bintang dan merupakan bintang yang terbesar di tata surya kita. Bintang lain yang dekat dengan matahari adalah Alfa Centaury, yang jaraknya 4,5 tahun cahaya (AU). Berapakah meter jaraknya 4,5 tahun cahaya (AU) itu?

Alfa Centauri merupakan bintang terdekat kedua dengan bumi
yang jaraknya 4,5 tahun cahaya.
Sumber Gambar: metanerds.blogspot.com
Satu tahun cahaya (AU) artinya jarak yang ditempuh cahaya selama bergerak 1 tahun. Berdasarakan penelitian para ahli, cahaya memiliki kecepatan 300 juta m/s (300.000.000 m/s). Ini artinya dalam satu detik cahaya menempuh jarak 300 juta meter. Maka jarak alfa centaury dengan matahari dapat dihitung dengan cara mengalikan kecepatan cahaya denga waktu satu tahun (lihat cara mengkonversi satuan waktu).
Jika,    
1 tahun = 365 hari
1 hari = 24 jam
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
Maka, 

1 tahun = 60 x 60 x 24 x 365 detik 
1 tahun= 31.536.000 detik
1 AU = 
31.536.000 detik x 300.000.000 m/detik
1 AU = 94608
 x 1011 meter
1 AU = 9,4608
 x 1015 meter

Jarak dari matahari ke alfa centaury adalah 4,5 AU (4,5 tahun = 141.912.000 detik). Maka:4,5 AU = 141.912.000 detik x 300.000.000 m/detik = 4,25736 x 1016 meter.

Jadi dapat disimpulkan bahwa jarak dari matahari ke alfa centaury adalah sebesar 4,25736 x 1016 meter. 

Jumat, 10 Mei 2013

Cara Mengkonversi Satuan Volume ( Kelas 7 SEMESTER 1 ) BAB 1 BESARAN


Cara Mengkonversi Satuan Volume
( Kelas 7 SEMESTER 1 )
BAB 1 BESARAN

Volume merupakan besaran turunan, yang diturunkan dari besaran pokok panjangSatuan volume sering diakhiri dengan katakubik, seperti kilometer kubik dan meter kubik. Kata persegi dapat ditulis dengan angka pangkat tiga, seperti meter kubik dapat ditulis dengan m3. Untuk lebih jelasnya perhatikan konversi satuan volume di samping. Begitu juga perhatikan satuan lainnya seperti di bawah ini.
Ada juga konversi dengan satuan liter dan cc, yakni:
1 liter   = 1000 cc
1 cc      = 1 cm3
1 liter   = 1 dm3
1 ml     = 1 cm3
1 ml     = 1 cc
1 barrel = 42 galon = 158,9873 liter
1 galon = 3,7854 liter

Contoh soal:
Pada saat naik gunung Iwan membawa air mineral ukuran 1,5 liter. Berapa ukuran air mineral Iwan jika diubah ke dalam satuan
a)        m3 dan
b)        cm3?
Pembahasan:
Perhatikan tangga konversi satuan luas di atas!
Diketahui bahwa 1 liter = 1 dm3, maka 1,5 liter = 1,5 dm3
a)        1,5 liter = … m3
Diketahui 1,5 liter = 1,5 dm3
Dari dm3 menuju m3 naik lagi 1 tangga maka dibagi lagi 1.000, jadi:
1,5 liter = 1,5 dm1,5/1000 m3 = 0,0015 m3
b)        1,5 liter = … cm3
Diketahui 1,5 liter = 1,5 dm3
Dari dm3 menuju cm3 turun lagi 1 tangga maka dikali lagi 1.000, jadi:
1,5 liter = 1,5 dm= 1,5 x 1.000 cm3 = 15.000 cm3